" You suppose to be happy for your baby. My son have autism. His body is here, but not his soul."
Then he answers, " You suppose to be happy also, ma'am. My wife has mental illness. Her body is here, but not with her soul."
Then they let the silence speaks loudly.
Kamis, 27 September 2018
Young Man and an Old Lady
Minggu, 05 Agustus 2018
Cross your heart
"Cross your heart."
"Hm?"
"Promise me you'll never cheat on me."
He smiled, took a knife, and crossed the knife on his chest.
" I won't do the same mistake like he did."
Then we kissed under the moonlight while he was bleeding.
Selasa, 26 Juni 2018
Untuk Irene (2)
"Aku mau pelihara burung pipit, ma."
"Ngga, sayang. Kita buat sarang diluar, tapi bukan sangkar."
"Kenapa?" Irene memelas, matanya memohon.
"Kalau kita sayang, biarkan dia terbang bebas. Cintai suaranya. Beri makan. Pasti dia balik lagi."
"Tapi aku mau liat tiap hari."
"Biarkan dia bebas, dia pasti kesini lagi kalau Irene selalu kasih makan. Biar dia datang karena dia mau, bukan karena kemauan kita, kepuasan kita, nanti dia sedih."
PS : Nak, cinta juga begitu. Ada saatnya ingin melepaskan. Dan dilepaskan. Karena keterpaksaan memang mempertahankan, namun tidak datang bersama kebahagiaan.
Senin, 25 Juni 2018
Trauma
Kalau hati bisa dipampangkan di depan matamu
Maka hatiku akan berwarna merah
Berdarah
Lukanya membelah
Bisakah kembali seperti sediakala?
Nampaknya tak akan pernah
Sabtu, 14 April 2018
Mini fiksi lagi
"kenapa harus kopi?"
"Maksudnya?"
Aku menggeleng pelan. Dia tahu persis aku tidak minum kopi. "I insist," kalimat terakhir yang ia bilang sebelum pesanan kopi itu datang untukku.
Matanya tajam menatapku. Sedikit membuatku jadi salah tingkah. Mungkin kalau belum menikah, aku goyah juga.
"Satu teguk aja."
"Nggak."
"Please.."
Ah, lagi-lagi dia menatapku dengan cara yang berbeda, namun sama memukaunya. Mata sayu, senyum lembut, sedikit merajuk.
"You know I won't do that."
Senyumnya merekah. "That's why I love you the most. Keras kepala."
Mungkin pipiku sudah memerah, entah. Tapi rasanya panas.
"Kopi ini enak, Chi. Apalagi kalo kamu suka minum kopi, kamu bakal ngerti kalau ini kopi bagus. Rasanya sedikit pahit, karena ga pake creamer dan gulanya ga banyak. Tapi justru tajamnya rasa kopi ini jadi lebih terasa. Enak. Hangat. Harum. Bikin rileks."
"Aku ga suka." Susah bicara sama pecinta kopi.
"This coffee, tells us a philosophy of love. Rasanya ga selalu manis, Chi. Pahit kadang. Tapi tetap, menenangkan."
"Well I don't drink coffee, nor I like to be in love."
"I'm not going to push you. But I hope you will realize that this coffee is not for you, but will always be around your life, since many people like it. Then, the love also do the same. You don't need it, but will always be around you. Sakit, Chi. Aku tau kok. Tapi jangan jadi anti gitu."
"Ga taulah."
Dia tersenyum. "I love you."
"My husband also say the same."
"Then he does."
"I don't know."
Senyum merekah lagi di bibir itu. "Be with me."
"Jadi, apa bedanya aku sama dia?"
He grabbed my hands. "Aku ga akan maksa lagi. But one thing, berbahagialah. Aku mohon. Kamu sudah belajar mencintai tanpa melukainya. Aku mohon, berbahagialah. Aku ga suka kamu merana. Jalanilah sama dia, tapi berhentilah terluka."
Dan kamipun berdoa.
Sabtu, 17 Februari 2018
Tuhan dan aku
Tuhan sangat paham akan keadaan
Ia tahu kapan memberi, kapan mengambil
MataNya nyalang mengawasi
Dan beberapa hari ini aku terluka
Masih basah
Akan berbekas karena telah menganga cukup lama
Lalu Tuhan bertanya, kenapa?
Kujawab 'ah, Tuhan, aku lelah merawatnya. Sudah terlalu parah'
Tuhan tersenyum dan memandangku begitu rupa
Hingga salah tingkah ku dibuatNya
'Tidak apa-apa menangis', kataNya
'Perih kan?'
Lalu aku diam cukup lama
'Aku lelah, Tuhan', kataku
'Aku lelah berusaha sembuh'
'Biar saja jadi begitu'
Tuhan memandangku lagi dengan teduh
'Aku menjagamu agar jangan terjatuh lagi disitu'
'Kalau aku jatuh lagi bagaimana? Bukan aku yang mau,' rengekku
'Tugasmu bertahan. Sampai aku menjemputmu. Bertahan.'
Ia mencengkeram pundakku. Kuat.
Selasa, 26 Desember 2017
Minifiksi
"Sudah berapa lama?"
Ia memandangku dengan sudut matanya, sembari menelan sisa teh hangat yang masih berada di rongga mulutnya.
"Delapan," jawabnya singkat.
"Bulan?"
"Tahun."
Kali ini, ada senyum canggung tersungging di bibirnya.
"Terus kamu nikah sama orang lain?"
Ia tersenyum, lebih ramah dari sebelumnya. "Kalo aku bisa ngatur siapa jodohku, aku juga ga bakalan milih untuk pernah pacaran sama dia kalo akhirnya ga jodoh juga, mbak."
Entahlah. Mungkin memang benar, hidup itu sandiwara.
Kamis, 05 Oktober 2017
Aku Lelah Bermasyarakat
Tuhan
Aku lelah bermasyarakat
Pasang muka cerah biar dibilang ceria
Aku lelah harus tersenyum
Saat hatiku menangis
Aku lelah harus memandang dengan hormat
Saat aku ingin mendongak, menaikkan daguku tiga puluh derajat dari posisi normal
Aku lelah bermanis kata
Saat aku ingin berteriak kasar
Ah..
Kalau boleh memilih
Aku berharap tak pernah muncul dimuka bumi
Agar tak perlu bermasyarakat
Selasa, 27 Juni 2017
Quotes from Sir Gerry
Manusia berfokus pada pendidikan kelas dua. Keahlian di pendidikan sekolah, bahasa, musik..
Mereka lupa pada pendidikan kelas satu... Tabiat.
Seperti ditemplak pakai panci dengarnya.
Minggu, 25 Juni 2017
Tua sebenarnya
Karena kerutan di wajahnya menyiratkan duka dan tawa di masa mudanya.
Matanya yang sayu menggambarkan kebijaksanaan yang diperoleh seiring merentanya usia.
Intonasi suaranya tidak berubah. Tegas. Hanya sedikit melemah.
Ah, sekiranya aku bisa menua seanggun itu.
Selasa, 11 April 2017
Tukang cendol dan hujan
"Neduh dulu Pak, nanti sakit!"
Penjual cendol itu tidak menghiraukan teriak nenek tua tadi.
Baginya, hujan seolah menutup pintu rejeki sore ini.
Baginya, hujan yang sama jugalah yang menghapus air matanya.
Rabu, 07 Desember 2016
Merry Christmas
Happiest month for Christian, in my opinion, is the saddest at the same time. Isn't it breaking your heart, knowing someone have to born and die because of your fault?
He born and die for us, so we should live for Him.
#justsay..
Selasa, 06 Desember 2016
Minifiksi lagi
"Kamu ga akan jadi kaya dia," si gendut menjawab dengan malas. Dia ga ngerti. Ga tau sakitnya. Dan gue cuma bisa mengatur napas, takut kalau-kalau airmata yang udah di pelupuk turun tiba-tiba.
Si gendut mendekati gue yang cuma bisa memandang ke lain arah. "Be the best version of you. Be happy for yourself. Life is about you. Not me, not them, but you."
Kutatap sigendut, then I squeeze his hand. He's right.
Minifiksi
E : Aneh ya?
H: kenapa?
E: aku suka merasa kesepian. Walaupun sama kalian.semua.yang terdekat.
H: kok?
E : ......ga tau. Sedih.
H: how come?
E: (menggeleng pelan)
H: hei, aku cuma punya kemampuan berpikir yang terbatas, yang mungkin ga sekompleks kamu cara berpikirnya. Tapi yang aku tau, kamu kuat. Dan kamu punya aku. Yang emang ga bisa bantu kamu untuk hal-hal membingungkan kaya gini. Tapi kamu tau kan? Pikiran aku yang cuma satu itu ya tentang kebahagiaan kamu.
*Andai hati bisa jadi manusia lain, udah gue pacarin.
Posted via Blogaway
Senin, 05 Desember 2016
Jumat, 05 Agustus 2016
Poetic
Jadi belakangan ini gw hampir selalu memposting hal-hal yang bersifat romance. Tapi ini blog gw kan ya? Dan ga banyak juga yang baca (read : Rosa dan of course my man) jadi ga masalah dong ya :D
So, here's the other love poetry ...
Kamu adalah seseorang
Yang namanya selalu kusenandungkan bagai sebuah mantra
Lekat diujung bibir, sebuah nama yang manis, walau cuma bagiku
Sebuah raga yang pernah memelukku dengan hangat
Menguarkan aroma yang sama setiap saat
Lekat dengan tetap dalam sel olfaktori milikku, sehingga memejamkan mata saja aku dapat mengingatnya
Sebuah jiwa yang keras kepala
Mudah terluka
Dan air matanya selalu menjadi alasanku untuk disana, dihatinya
Sabar ya sayang
Kita masih hidup di dunia yang realitanya tidak bisa kita duga
Dan
Suatu hari nanti
Kamu akan jadi alasanku untuk pulang kerumah
Quote
Kamu akan mengetahuinya ketika menemukan seseorang yang mencintaimu dengan keras kepala.
Posted via Blogaway
Kamis, 21 Juli 2016
Rabu, 25 September 2013
fiksi
"kopinya yang kemanisan, atau kamu yang jarang ngopi lagi dirumah?"
Kemudian pria itu menelan ludahnya. Pahit.