Kamis, 09 Juni 2011

sebuah tempat yang kami sebut rumah

Adalah tempat yang nyaman untuk meringkuk ditengah gema halilintar
Tak perlu besar, asal tentram
Tempat dimana kami melangkah tanpa salah arah menujunya bahkan dengan mata terpejam

Adalah tempat dimana kami berpelukan saat bahagia, diam saat sedih
Tempat dimana kami saling melotot kala marah
Tempat dimana kami bertelut untuk berdoa


Dan Tuhan disana, duduk santai diruang tengah bersama kami yang lelah dan saling bercerita

Lengkap sudah

Rumah, aku pulang

Rabu, 25 Mei 2011

sad

Hari ini, mama menggadaikan cincin pernikahannya dan bapak untuk uang kuliahku.


Ga tau harus bilang apa. Makasih Tuhan, makasih mama, makasih bapak.
 


Minggu, 08 Mei 2011

cuma mau bilang

Aku nggak kaya dulu lagi. Yang doyan cerita sana sini. Yang suka mengumbar cerita seru-seru itu. Dan yang begitu ekstra memperhatikan langkah-langkah kita. Tapi kayanya kamu ga sadar deh. Aku sudah jauh maju dan kamu masih diam ditempat mengganggap aku masih sama. Dan silaturahmipun menjadi renggang dalam arti yang sebenarnya. Serius. Aku ga ngerti kenapa kamu ga bisa menorehkan kisah baru tanpa berpaling ke belakang?